
PROSES EVAKUASI : TIM SAR Gabungan dibantu warga setempat melakukan evakuasi terhadap dua korban tewas yang tenggelam di dalam Embung Tegaldowo, Sabtu siang kemarin. (suaramerdeka.com/ Ilyas al-Musthofa)
Dua Pelajar Tewas Tenggelam di Embung
REMBANG, suaramerdeka.com– Embung di Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem Kabupaten Rembang yang merupakan bantuan dari PT Semen Indonesia, Sabtu (27/1) puku 12.00 WIB kembali memakan korban jiwa. Dua orang pelajar tewas tenggelam di embung yang dibangun pada 2016 silam.
Dua orang tewas masing-masing adalah Febri (18), warga Rt 1 Rw 4 Desa Tegaldowo Gunem serta Amyanto (18), warga Rt 5 Rw 4 Desa Tegaldowo Gunem. Nyawa keduanya tidak tertolong setelah tenggelam lebih dari satu jam.
Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, kejadian memilukan itu berawal saat kedua korban bersama sejumlah rekannya memancing di lokasi.
Mereka memancing melewati pagar pembatas yang dipasang di sekeliling embung. Insiden itu saat salah seorang rekan korban bernama Dody terpeleset dan tenggelam setelah jatuh di dalam embung.
Sontak saja, empat orang rekannya termasuk dua korban berusaha melakukan penyelamatan. Dody berhasil diselamatkan dua rekannya ke tepian. Sayangnya, justru dua rekannya yang ikut menolong, tenggelam ke dasar embung.
Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Rembang, Pramujo mengungkapkan, setelah mengatahui insiden adanya dua orang tenggelam selanjutnya pihak desa menghubungi Forkopimca Gunem dan BPBD Kabupaten Rembang.
Tim SAR gabungan sampai ke TKP dan langsung melakukan upaya penyisiran. Setelah berjuang sekitar enam jam lamanya, pada akhirnya Tim SAR berhasil menemukan kedua korban dalamw aktu bersamaan sekitar pukul 17.45 WIB.
“Korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia, enam jam setelah tenggelam. Kedalam embung kami ukur sekitar 5-6 meter dari permukaan air. Kejadian ini berawal dari terpelesetnya satu orang rekan korban,” terang Pramujo.
Insiden tenggelamnya pelajar di Embung Tegaldowo setidaknya sudah dua kali ini terjadi. Sebelumnya, kejadian serupa juga terjadi pada 15 Oktober 2017 lalu. Ketika itu, satu bocah SMP warga setempat tewas tenggelam.
(Ilyas al-Musthofa /SMNetwork /CN40 )


.jpg)


.jpg)




.jpg)